{"id":1167,"date":"2017-12-07T10:48:47","date_gmt":"2017-12-07T10:48:47","guid":{"rendered":"http:\/\/smknuraum.sch.id\/?p=1167"},"modified":"2017-12-07T10:48:47","modified_gmt":"2017-12-07T10:48:47","slug":"250-anak-muda-dari-35-negara-hadiri-youth-involvement-forum-di-banyuwangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smknuraum.sch.id\/?p=1167","title":{"rendered":"250 Anak Muda Dari 35 Negara Hadiri Youth Involvement Forum di Banyuwangi"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_1165\" aria-describedby=\"caption-attachment-1165\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1165\" src=\"https:\/\/smknuraum.sch.id\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/250-Anak-Muda-Dari-35-Negara-Hadiri-YIF-Di-Banyuwangi-300x150.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"150\" srcset=\"https:\/\/smknuraum.sch.id\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/250-Anak-Muda-Dari-35-Negara-Hadiri-YIF-Di-Banyuwangi-300x150.jpg 300w, https:\/\/smknuraum.sch.id\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/250-Anak-Muda-Dari-35-Negara-Hadiri-YIF-Di-Banyuwangi.jpg 670w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1165\" class=\"wp-caption-text\"><em>Ibu Siti Hajar Qomariyah di antara Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dan peserta YEF<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Banyuwangi<\/strong>\u00a0&#8211; Sebanyak 250 pemuda dari 35 negara menghadiri Youth Involvement Forum (YIF) 2017 yang diinisiasi oleh Indonesia Youth Forum di Banyuwangi, Jawa Timur, 24-26 November 2017. Mereka duduk bersama dan bertukar ide serta gagasan inovatif sekaligus mengenali khazanah seni budaya daerah di tempat yang dikenal dengan Sunrise of Java itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anggota Tim Satgas Revitalisasi Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidian dan Kebudayaan (Kemdikbud) Moh Bruri Triyono, yang hadir pada acara itu, mengatakan, pendidikan vokasi yang mengusung konsep\u00a0<em>link and match<\/em>\u00a0antara sekolah menengah kejuruan (SMK), ketenagakerjaan, dan industri diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan dunia industri saat ini. Hal ini diyakini mampu meningkatkan produktifitas dan daya saing nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKonsep\u00a0<em>link and match<\/em>\u00a0menjadi solusi atas persaingan global yang semakin ketat. Untuk mewujudkan hal tersebut, komunikasi dan koordinasi di semua lini harus lebih diintensifkan. Karena, hal ini menyangkut daya saing sumber daya manusia (SDM) yang inheren dengan harga diri bangsa. Pesantren harus melihat itu sebagai satu semangat zaman,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara, Direktur Politik dan Komunikasi Kementerian PPN\/Bappenas Wariki Sutikno menuturkan, SMK sebagai salah satu instrumen penting dalam pendidikan vokasi mencoba menjembatani antara pesantren dan pendidikan vokasi untuk menjawab tantangan zaman dan pertanyaan besar kebutuhan pekerjaan di masa mendatang. Komteksnya jelas, yakni santri dituntut menguasai dinamika zaman yang kian canggih dan kompetitif di masa mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, ujarnya, pesantren mampu bergerak maju mengikuti pergerakan zaman. &#8220;Kolaborasi antara SDM, kelembagaan, dan teknologi perlu diutamakan. Agar narasi besar yang sedang bersama kita bangun mengenai pendidikan vokasi mampu menjawab SDM yang memiliki kompetensi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Founder Indonesia Youth Forum, Muhammad Abdul Idris menambahkan,\u00a0<em>soft skill<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>hard skill<\/em>\u00a0juga penting untuk dipelajari para santri agar mampu bersaing di era milenial. &#8220;Santri harus siap bersaing di &#8216;zaman now&#8217; dengan tidak melupakan &#8216;zaman old&#8217;. Santri harus bisa menjawab tantangan zaman dengan ketat, kepercayaan diri, dan bekal keterampilan yang sudah diajarkan dan diperoleh dari pesantren masing-masing,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disebutkan, revitalisasi pendidikan vokasi tidak sebatas meningkatkan kualitas daya saing SDM, tetapi juga kemampuan menggerakkan partisipasi aktif masyarakat agar mampu menjadikan kebudayaan, tujuan pariwisata, dan kreatifitas yang berbasis kearifan lokal menjadi produk yang kompetitif. Untuk itu, revitalisasi pendidikan vokasi harus mampu melibatkan semua pihak,&#8221; ujar Idris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, keberpihkan pemerintah dan industri juga harus jelas dengan melihaat banyaknya alumnus pesantren yang memiliki kompetensi bagus dan terampil. Pemerintah, ujarnya, bersama industri harus lebar membuka mata tentang keterampilan santri yang mumpuni, tidak pilih kasih, dan diberikan akses legalitas (sertifikasi) kompetensi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agenda Youth Involvement Forum secara resmi ditutup hari ini dengan sebelumnya diakhiri oleh Tour de Pesantren di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung bersama Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan Kiai Kanjeng.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berita sudah tayang sebelumnya di Beritasatu.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyuwangi\u00a0&#8211; Sebanyak 250 pemuda dari 35 negara menghadiri Youth Involvement Forum (YIF) 2017 yang diinisiasi oleh Indonesia Youth Forum di<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1165,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[88,89],"class_list":["post-1167","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-sekolah","tag-yef","tag-youth-envolvement-forum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smknuraum.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1167","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smknuraum.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smknuraum.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smknuraum.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smknuraum.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1167"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smknuraum.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1167\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1168,"href":"https:\/\/smknuraum.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1167\/revisions\/1168"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smknuraum.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1165"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smknuraum.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smknuraum.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smknuraum.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}